Maksum Artinya, Apa Yang Dimaksud Dengan Maksum?

Soal Pertanyaan : Apa yang dimaksud dengan Maksum

Jawaban : Yang dimaksud dengan MAKSUM adalah bebas dari dosa juga kesalahan sebab dipelihara atau dijaga langsung oleh Allah SWT. Maksum atau Ma’sum ini sudah diserap resmi oleh bahasa Indonesia dengan ejaan baku Maksum. Adapun pengertian maksum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah terpelihara dari dosa-dosa juga kesalahan, bebas dari dosa-dosa juga kesalahan.

Pembahasan : Secara harfiah, kata Maksum ini mengakar pada kata ‘Ashoma atau Ashama yang juga mengakar pada kata Ish-mah yang artinya adalah terjaga dari maksiat.

Selain malaikat, sosok lain yang disebut Maksum adalah para nabi dan rasul. Mereka dimaksumkan Allah SWT agar bebas dari kesalahan dan dosa saat menyampaikan agama Allah SWT. Sekalipun nabi atau rasul melakukan kesalahan maka akan ditegur dan langsung diluruskan oleh Allah SWT.

Penjelasan : Nabi dan Rasul sebagai manusia pilihan Allah SWT tentu memiliki sifat-sifat yang istimewa. Salah satunya adalah maksum. Maksum artinya terjaga atau terpelihara dari dosa dan kesalahan. Sebagai penyampai ajaran Allah SWT, sudah tentu sifat ini melekat erat dengan Nabi dan Rasul. Berikut adalah contoh soal dan penjelasan tentang maksum beserta sifat wajib Nabi dan Rasul lainnya:

Jawaban dan Penjelasan Apa yang Dimaksud dengan Maksum

Bagi sebagian orang mungkin asing dengan kata maksum. Kata maksum sendiri berasal dari kata Aslama atau Asma yang juga merujuk pada kata Ishmah yang berarti memelihara. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), maksum artinya terbebas atau terpelihara dari dosa maupun kesalahan. Adapun arti lain dari maksum adalah pikiran yang terbagi, terpecah, atau lepas dari sesuatu.

Tidak hanya malaikat, Nabi dan Rasul juga memiliki sifat maksum. Maksud dari Allah SWT memaksimumkan Nabi dan Rasul berkaitan dengan tugasnya, yaitu menyampaikan agama dan ajaran Allah SWT. Karena ketika menyampaikan suatu ajaran tentu perlu terbebas dari kesalahan agar tidak tersesat. Walaupun Nabi atau Rasul melakukan kesalahan, maka akan diluruskan secara langsung oleh Allah SWT.

Sifat Wajib Nabi dan Rasul Lainnya

Setelah mengetahui arti dari maksum, tidak afdol rasanya untuk tidak mengetahui sifat Nabi dan Rasul lainnya. Sebagai umat Islam, tentu wajib mengetahui apa saja sifat-sifat yang dimiliki Rasulnya. Terdapat 4 sifat Rasul, Berikut ulasannya:

1. As-Siddiq

Sifat As-Siddiq memiliki arti benar atau jujur secara istilah. Adapun pengertian lain tentang As-Siddiq yaitu sebuah kemampuan untuk menjauhkan diri dari sikap tidak jujur kepada siapapun, baik Tuhannya, orang lain, bahkan dirinya sendiri. Sifat benar ini dituangkan dalam Surat Maryam ayat 41.

Ayat dalam Surat Al-Maidah ini berisi tentang perintah kepada Rasulullah untuk menceritakan kembali tentang peristiwa Nabi Ibrahim AS yang berkaitan dengan sifat siddiq. peristiwa dimana ketika Nabi Ibrahim memberitahu ayahnya untuk menjauhi hal yang disembahnya karena tidak memberikan manfaat atau mudharat. Kisah tersebut menjadi bukti bahwa yang dikatakan seorang Nabi atau Rasul adalah sebuah kebenaran.

2. Al-Amanah

Sifat selanjutnya adalah Al-Amanah. Sifat ini secara istilah berarti dapat dipercaya. Sebagai pemimpin, Nabi dan Rasul tentu wajib memiliki sifat amanah. Karena seorang pemimpin akan memegang tanggung jawab atas tugas yang diberikan, baik dari Allah SWT atau orang di sekitarnya.

Rasulullah sebelum menjadi Rasul telah memiliki gelar Al-Amin yang memiliki arti yang dapat dipercaya. Sehingga Rasulullah dipercayakan untuk mengemban tugas dari segala aspek kehidupan, baik dari segi agama, ekonomi, maupun politik. Sifat Amanah sudah seharusnya dimiliki setiap orang di muka bumi. Hal tersebut disampaikan dalam Q.S Al-Ahzab ayat 72.

3. At-Tabligh

Tabligh atau At-Tabligh adalah sifat Rasulullah yang ketiga. Kata tabligh memiliki arti menyampaikan. Dalam istilah, sifat tabligh adalah sifat yang menyampaikan ajaran Islam berdasarkan wahyu dari Allah SWT. Ajaran ini nantinya akan dijadikan pedoman bagi umat manusia agar bisa memperoleh kebahagiaan dunia maupun di akhirat.

Perintah yang harus disampaikan oleh Rasul adalah perintah untuk mengerjakan yang baik dan menjauhi larangan Allah SWT serta mengajak umat manusia untuk beriman dan menyembah Allah SWT. Penjelasan tentang sifat Tabligh seorang Rasul tertuang dalam Q.S Al-Maidah ayat 67

4. Al-Fathonah

Sifat Nabi dan Rasul yang terakhir adalah Fathonah. Kata Al-Fathonah berarti cerdas. Sifat cerdas ini sudah pasti dimiliki oleh Nabi dan Rasul. Karena sebagai pemimpin umat, tentu harus bisa menghadapi situasi dan kondisi apapun yang tentu memerlukan kecerdasan yang tinggi. Agar jika terjadi perselisihan dapat diselesaikan dengan baik dan aman.

Itulah penjelasan tentang pengertian maksum dan sifat lainnya dari Nabi dan Rasul. Maksum artinya bebas dari segala dosa atau terpelihara dari dosa. Sifat ini sudah pasti dimiliki oleh Nabi dan Rasul sebagai manusia pilihan Allah SWT.