Apa Yang Dimaksud Dengan Kewajiban? Kunci Jawaban

Soal Pertanyaan : Apa yang dimaksud kewajiban

Jawaban : Kewajiban adalah suatu tindakan yang harus dilakukan seseorang sebagai bentuk tanggung jawab atas permasalahan tertentu, baik secara moral maupun hukum.

Pembahasan :

Kewajiban memiliki beberapa pengertian seperti

  1. Kewajiban adalah sesuatu yang wajib untuk dilakukan seseorang dengan penuh tanggung jawab agar mendapatkan haknya. Atau sebaliknya, seseorang harus melakukan kewajiban karena sudah mendapatkan haknya.
  2. Prof. R. M. T. Sukamto Notonagoro mengatakan Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh pihak tertentu dengan rasa tanggung jawab yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan.
  3. Prof. Dr. Notonegoro mengatakan Kewajiban  adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan.
  4. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kewajiban adalah sesuatu yang diwajibkan, atau sesuatu yang harus dilaksanakan.

selain defenisi kewajiban juga memiliki beberapa jenis. Curzon mengatakan kewajiban dibagi menjadi lima yaitu

  1. Kewajiban Mutlak berarti tertuju kepada diri sendiri maka tidak berpasangan dengan hak dan nisbi melibatkan hak di lain pihak.
  2. Kewajiban Publik, dalam hukum publik yang berkorelasi dengan hak publik ialah wajib mematuhi hak publik dan kewajiban perdata timbul dari perjanjian berkorelasi dengan hak perdata.
  3. Kewajiban Positif berarti menghendaki melakukan sesuatu.
  4. Kewajiban Universal berarti kewajiban yang ditujukan kepada semua warga negara atau secara umum, ditujukan kepada golongan tertentu dan kewajiban khusus, timbul dari bidang hukum tertentu, perjanjian.
  5. Kewajiban Primer berarti Kewajiban ini tidak timbul dari perbuatan melawan hukum. Contoh kewajiban untuk tidak mencemarkan nama baik dan kewajiban yang bersifat memberi sanksi, timbul dari perbuatan melawan hukum misal membayar kerugian dalam hukum perdata.

Penjelasan : Setiap manusia di dunia memiliki suatu kewajiban yang harus dijalankan. Lantas apa yang dimaksud dengan kewajiban? Kewajiban merupakan suatu tindakan atau perilaku yang hukumnya harus dilakukan seseorang, karena hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab suatu permasalahan. Untuk definisi lengkapnya dari para ahli dan jenis-jenis kewajiban bisa dilihat pada penjelasan berikut:

Jawaban dan Definisi Kewajiban

Berdasar penuturan para ahli, kewajiban memiliki berbagai pengertian. Definisi kewajiban sebetulnya memiliki makna yang sama yaitu tanggung jawab yang sifatnya harus ditaati dan dilakukan. Jadi apa yang dimaksud dengan kewajiban menurut pandangan beberapa ahli? Perhatikan jawaban singkatannya berikut ini:

1. Definisi Secara Umum

Kewajiban merupakan sesuatu yang hukumnya wajib ditaati seseorang dan dilakukan dengan rasa tanggung jawab yang besar. Tujuannya adalah untuk mendapatkan hak. Namun justru bisa jadi sebaliknya, pihak tertentu menjalankan kewajiban karena sebelumnya sudah mendapatkan haknya.

2. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Makna kewajiban berdasar Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI adalah kewajiban berasal dari kata wajib. Sedangkan kewajiban maknanya yakni sesuatu yang diwajibkan. Atau dapat juga dimaknai sebagai perihal yang harus dilakukan.

3. Prof. Dr. Notonegoro

Menurut penuturan Prof. Dr. Notonegoro definisi kewajiban merupakan beban seseorang untuk memberi sesuatu yang memang sudah menjadi keharusannya untuk diberikan. Pihak tertentu tidak diperbolehkan untuk mengambil kewajiban orang lain karena dapat dituntut oleh pihak yang berkepentingan dan berkewajiban secara paksa.

4. Prof. R.M.T. Sukamto Notonagoro

Definisi terkait apa yang dimaksud dengan kewajiban ialah adanya suatu perihal yang harus ditaati, dipatuhi dan dijalankan pihak tertentu. Dan dalam pelaksanaannya harus dijalankan dengan rasa tanggung jawab yang besar. Dijelaskan juga bahwa kewajiban pada prinsipnya adalah tuntutan paksa dari orang yang berkepentingan.

Bentuk-Bentuk Kewajiban

Menurut Curzon kewajiban dibagi menjadi lima bentuk. Adapun penjelasan detailnya bisa disimak pada jawaban di bawah ini:

1. Kewajiban Publik

Pertama adalah kewajiban publik. Artinya adalah pada suatu hukum publik yang dalam prakteknya memiliki korelasi dengan hak publik hukumnya wajib untuk ditaati. Kewajiban perdata serta hak publik timbul berasal dari perjanjian korelatif dengan hak perdata. Sebagai contoh nyata yang lain kewajiban publik adalah aturan untuk menaati peraturan lalu lintas.

2. Kewajiban Primer

Makna dari kewajiban primer adalah kewajiban jenis ini sifatnya bukan timbul dari perbuatan seseorang yang melawan hukum. Contoh dalam dunia hukum misalnya tidak melakukan pencemaran nama baik serta kewajiban yang sifatnya memberi sanksi. Prakteknya seperti ketika seseorang melawan hukum dan diharuskan membayar sejumlah kerugian atau denda.

3. Kewajiban Mutlak

Jenis kewajiban yang ketiga definisinya menurut Curzon lebih tertuju kepada diri sendiri. Sehingga dalam memenuhi kewajibannya tidak harus berpasangan dengan nisbi dan hak yang melibatkan pihak lain.

4. Kewajiban Universal

Sesuai dengan namanya universal berarti untuk semua orang. Kewajiban universal ditujukan secara umum untuk semua warga negara, pada golongan tertentu sedangkan kewajiban khusus ditujukan hanya untuk pihak tertentu. Seperti kebijakan yang timbul dari bidang tertentu namun berlaku untuk semua orang dari bidang tersebut, seperti perjanjian hukum.

5. Kewajiban Positif

Bentuk kewajiban yang terakhir menurut Curzon adalah kewajiban positif. Jenis kewajiban ini artinya menghendaki melakukan sesuatu. Atau bisa juga bermakna mengharuskan seseorang untuk boleh (kewajiban positif) atau tidak boleh melakukan sesuatu (kewajiban negatif).

Demikian penjelasan singkat terkait apa yang dimaksud dengan kewajiban, definisi para ahli dan bentuk-bentuk kewajiban menurut Curzon. Intinya kewajiban harus dilakukan karena berkaitan dengan hak sendiri maupun orang lain. Selain itu bentuk-bentuk kewajiban juga beragam yang dapat dipelajari untuk menjawab pertanyaan terkait kewarganegaraan dan hukum dasar.