Al Ahad Artinya, Apa Artinya Al Ahad? Kunci Jawaban

Soal Pertanyaan : Apa artinya al ahad??

Jawaban : Arti dari Al Ahad adalah yang Maha Esa. Al Ahad adalah salah satu Asmaul Husna atau nama-nama ALLAh yang indah yang terpada dalam surah Al Ikhlas ayat 1.

Pembahasan : Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki 99 nama yang baik dan Indah, atau dalam bahasa arab disebut dengan Asmaul Husna. Asma Artinya nama, sedangkan husna artinya baik. Kemudian secara harfiah gelar, sebutan dan nama-nama Allah ini disesuaikan dengan sifat-sifat Allah. Dan sifat serta nama inipun menyatu dalam kehebatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Al Ahad a adalah salah satu Asmaul Husna atau nama-nama ALLAH yang indah yang berati ALLAH Maha Esa, artinya bahwa tidak ada tuhan dan sesembahan yang pantas disembah selain ALLAH. Ini merupakan inti dari ajaran islam yang mengajak kepada Tauhid.

Nama Al Ahad ada dalam surah Al Ikhlas, dimana surah ini merupakan inti dari ajaran islam tentang ketauhidan.

Surat Al-Ikhlas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤

1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa

2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu

3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan

4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

Adik-adik perlu diketahui, ketika sayyidina Bilal disiksa oleh tuannya karena masuk islam, maka tanpa henti ia berkata AHADUN AHAD !” ( ALLAH ITU SATU, ALLAH ITU SATU! ). Walapun begitu berat siksaaan yang ia terima.

Penjelasan : Allah SWT memiliki 99 nama baik yang merupakan sifat-sifat kehebatan yang melekat pada Dzat-Nya. Dan Al Ahad adalah salah satu Asmaul Husna nomor 66. Al Ahad artinya yaitu Allah itu Dzat Yang Maha Esa. Adapun contoh dan penjelasan lebih lanjut mengenai Al Ahad ada pada keterangan berikut.

Jawaban dan Pengertian Al Ahad

Al Ahad artinya adalah sifat yang menunjukkan bahwa Allah SWT itu merupakan Maha Esa dan Dzat yang tunggal. Tidak ada makhluk ciptaan-Nya yang dapat menyamai keagungan sifat-sifat Allah. Kekuatan apa pun di dunia ini tidak mampu menandingi kehebatan Sang Pencipta. Allah SWT adalah Dzat yang Esa dari dulu hingga nanti.

Sifat Al Ahad juga menunjukkan bahwa Allah menciptakan dunia ini tanpa memerlukan bantuan. Tuhan yang wajib disembah hanyalah satu, yakni Allah SWT. Keesaan milik Allah adalah murni, dan inilah yang tertulis dalam Surah Al-Ikhlas ayat pertama, yaitu “Qul Huwallaahu ahad.”

Ayat dari Al-Ikhlas tersebut mengandung makna mengenai keesaan Allah. Hanyalah Allah tempat manusia bergantung dan meminta pertolongan, bukanlah sesembahan lain. Hingga nanti Allah tetap tunggal, tidak akan ada yang menyamai.

Dalil-Dalil Al Ahad dalam Al-Qur’an

Sifat keesaan milik Allah SWT banyak diterangkan dalam surah-surah Al-Qur’an. Meskipun tidak disebutkan dengan lafaz Al Ahad, namun maksud dan maknanya sama, yakni Maha Esa. Berikut adalah dalilnya:

1. Al-Hajj:34

Dalam ayat 34 dari Surah Al-Hajj diterangkan bahwa Tuhan yang disembah itu bersifat Esa. Hanyalah kepada Allah seharusnya manusia berserah. Karena orang-orang yang patuh terhadap Sang Pencipta akan memperoleh kabar gembira.

2. Al-Baqarah:163

Keesaan Dzat Allah juga disebutkan dalam Al-Baqarah ayat 163. Dalam ayat tersebut menerangkan sebuah wujud ketauhidan. Saat beribadah, tidak ada Tuhan lain yang disembah kecuali hanyalah Allah SWT.

3. Shad:65

Keterangan yang sama juga difirmankan Allah dalam Surah Shad. Pada ayat ke-65, disebutkan bahwa yang wajib disembah hanyalah Allah SWT. Tidak ada perkara lain yang dapat dijadikan sesembahan oleh manusia.

4. Yusuf:39

Dalil Al-Qur’an dari sifat tunggal milik Allah berikutnya ada pada Surah Yusuf ayat 39. Dalam ayat tersebut, Allah memberikan pertanyaan mengenai dua hal. Pertanyaan itu tentang yang paling untuk disembah itu Allah Maha Esa ataukah sesembahan yang jumlahnya banyak.

Pemaknaan Al Ahad

Dalam Islam banyak kisah yang merupakan wujud pemaknaan dari Al Ahad. Sebagai muslim, sebaiknya memaknai sifat Al Ahad yang melekat pada Dzat Allah dan melakukan perbuatan yang selalu menjunjung keesaan-Nya. Berikut tindakan yang dapat dilakukan:

1. Menyembah Allah Bagaimanapun Keadaannya

Agama Islam yang sudah dipeluk sejak lahir harus selalu dijaga agar tetap utuh keimanannya. Tidak boleh seseorang menyekutukan Sang Pencipta dengan perkara-perkara huduts (baru). Keteguhan inilah yang dijaga oleh Bilal bin Rabah. Saat disiksa oleh pemiliknya, Bilal terus menyerukan lafadz “Ahad! Ahad!”

2. Meyakini Keesaan Allah

Memaknai dan meneladani Asmaul Husna ini juga bisa dilakukan dengan memperbanyak zikir berupa kalimat tauhid, yakni laa ilaaha illallaah. Dalam kalimat tersebut mengandung sebuah keyakinan bahwa Allah itu Esa dan tidak ada lainnya untuk dijadikan sesembahan. Hak ini tidak dimiliki oleh selain-Nya.

Itulah penjelasan mengenai Al Ahad dan dalilnya dalam Al-Qur’an. Al Ahad artinya adalah Allah itu Dzat Yang Maha Esa. Salah satu Asmaul Husna ini dapat dijadikan sebagai teladan dan maknanya untuk menyembah Allah, bukan selainNya. Umat Islam juga harus yakin bahwa keesaan Allah tidak hilang oleh apa pun.