Al Amin Artinya, Al Amin Apa Artinya? Kunci Jawaban

Soal Pertanyaan : Nabi muhammad saw.mendapat gelar al amin apa artinya

Jawaban : al amin artinya dapat di percaya.

Pembahasan : Sebagai utusan terakhir, Nabi Muhammad SAW menjadi suri tauladan dalam semua tindakan. Gelar Al Amin yang disandangkan oleh orang Quraisy merupakan salah satu bukti keunggulan dan kemuliaan sifatnya. Al Amin artinya jujur serta dapat dipercaya. Mengenai contoh soal dan bentuk-bentuk keteladanan dari sifat tersebut akan diterangkan dalam penjelasan berikut.

Jawaban dan Penjelasan Bentuk Sifat Al Amin

Rasulullah SAW menjadi panutan dan uswatun hasanah yang harus diteladani oleh umat muslim. Banyak gelar yang disandangkan kepadanya, salah satunya Al Amin. Gelar Al Amin artinya Rasulullah memiliki kejujuran yang sangat tinggi dan dapat dipercaya. Keunggulan ini lahir dari sifat amanah yang ada pada diri utusan Allah.

Wujud kejujuran dan dipercayainya Nabi Muhammad ini tampak dalam beberapa bentuk tindakan berikut ini:

1. Berdagang

Dalam keterangan kitab Sirah Nabawiyyah, Shafiyurrahman al-Mubarakfury mengisahkan bahwa Rasulullah telah mengenal dunia perdagangan pertama saat umur 12 tahun. Ketika itu Rasulullah ikut pamannya, yakni Abu Thalib. Lalu mulai berdagang secara mandiri setelah memasuki usia remaja bersama as-Saib bin Abus-Saib tanpa pernah ada perselisihan.

Selama kegiatan berdagang, Nabi Muhammad SAW selalu mengedepankan sikap jujur, tidak pernah sekalipun mengurangi berat timbangan. Rasulullah juga menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Meski begitu, kemuliaan dan kehormatan tidak hilang dari diri Rasulullah SAW. Hingga akhirnya dikenal di seluruh negara, seperti Basrah, Yaman, dan Syiria.

2. Kepentingan Umat

Gelar Al Amin didapatkan Rasulullah SAW bahkan sebelum diangkat menjadi nabi. Sifat tersebut membuatnya selalu memikirkan kepentingan umat. Ini terlihat ketika peristiwa hajar aswad semasa direnovasinya Ka’bah. Saat itu terjadi perdebatan mengenai orang yang berhak meletakkan batu tersebut di tempat asalnya.

Setelahnya muncul solusi dari Umayyah bin al-Mughirah al-Makhzumi, yang berhak meletakkannya adalah yang masuk masjid pertama kali. Atas kehendak Allah, Nabi Muhammad SAW merupakan orang tersebut. Seluruh umat yang ada di tempat itu berkata, bahwa yang datang adalah Al Amin dan semua ridha terhadapnya.

Rasulullah membuat keputusan bijak dengan mengambil satu buah kain. Lalu hajar aswad diletakkan di tengahnya dan masing-masing pemimpin kabilah memegang sudut kain untuk mengangkat bersama. Setelah dekat, Rasulullah meletakkan batu tersebut pada tempatnya.

Implementasi Sifat Al Amin

Gelar Al Amin yang disematkan kepada Rasulullah seyogianya menjadi sebuah keteladanan. Apalagi sebagai muslim harus menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok pantun dalam semua tindakan kehidupan. Dan berikut adalah contoh mengimplementasikan sifat Al Amin:

1. Berkata Jujur

Mengucapkan perkataan jujur perlu dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat. Kalimat yang dikeluarkan harus sesuai dengan fakta. Jika masih ada hal-hal yang janggal, sebaiknya melakukan tabayyun dan tidak menyebarkan kabar kebohongan.

2. Melaksanakan Amanah

Wujud implementasi dari sifat Al Amin selanjutnya adalah mengerjakan sesuatu yang sudah ditugaskan dengan sebaik-baiknya. Ketika amanah tersebut dijaga, maka akan melahirkan kepercayaan dari orang lain. Dan ini sangat penting terutama di dunia kerja.

3. Membantu Sesama

Meneladani sifat Al Amin dari Rasulullah juga dapat diterapkan dengan cara senang membantu sesama. Dalam kehidupan bermasyarakat harus mendahulukan kepentingan bersama. Perilaku inilah yang selalu dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Demikian penjelasan mengenai gelar yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. Al amin artinya sifat jujur yang dimiliki Nabi Muhammad dan membuatnya selalu dipercaya. Sifat tersebut muncul di semua tindakan, seperti berdagang. Sebagai umat Rasulullah, seyogianya tidak hanya paham mengenai Al Amin saja, tapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan.