Tari Saman Berasal Dari? Berikut Jawaban Lengkapnya!

Soal Pertanyaan : Dari mana asal tari saman?

Jawaban : Daerah yang merupakan asal dari TARI SAMAN adalah ACEH tepatnya dari daerah bernama Gayo yang terletak di Provinsi Aceh bagian tengah. Tari Saman disebutkan sebagai tarian khas dari Suku Gayo yang diciptakan dan dikembangkan oleh tokoh bernama Syekh Saman. Syekh Saman ini sendiri adalah ulama terpandang yang berasal dari daerah Gayo Aceh Tenggara.

Meski berasal dari Aceh namun hampir semua penduduk Indonesia mengenal tari saman mengingat tarian ini diajarkan di sekolah-sekolah.

Pembahasan :

Indonesia memiliki banyak aneka ragam budaya yang hingga saat ini masih tetap dilestarikan. Keragaman budaya yang sampai saat ini masih sering dipentaskan yaitu Tari Saman. Tarian tersebut memang sangat populer dan sering menjadi tarian pembukaan suatu acara. Namun, adakah yang tahu Tari Saman berasal dari? Yuk ikuti penjelasan lengkapnya berikut:

Darimana Asal Tari Saman?

Pada sebagian orang pasti sudah tahu asal dari tarian satu ini, karena memang sangat hits serta popular. Sesuai dengan sejarahnya Tari Saman berasal dari Aceh, tepatnya berada di Kabupaten Gayo Provinsi Aceh Tengah. Awalnya tari ini hanya dimainkan oleh suku tersebut yang diciptakan langsung oleh seorang syekh.

Ulama tersebut bernama Syekh Saman, oleh sebab itu tarian tersebut disebut Tari Saman. Untuk tarian ini sendiri menjadi kebanggaan dan icon budaya di Aceh. Dahulu tarian ini hanya dapat dilakukan dan digerakkan oleh kaum pria dengan saling duduk berdampingan. Namun, seiring dikembangkannya tari ini kaum wanita juga sudah boleh memainkan Tari Saman.

Biasanya, di Aceh Tari Saman ini dipentaskan untuk menyambut datangnya kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tidak berupa hanya gerakan saja, namun ada sebuah syair atau lirik khusus yang diucapkan oleh para penari. Sehingga, sebenarnya tari ini mempunyai sebuah arti yang begitu dalam serta penting. Jadi, tidak boleh sembarangan untuk dilakukan.

Bahkan, hebatnya lagi Tari Saman ini sudah mendapat pengakuan langsung dari UNESCO sebagai warisan budaya. Jadi, tari ini memang sudah sangat melegenda dan wajib untuk dilindungi. Tari Saman juga sering disebut dengan seni Islam. Karena, di dalamnya memuat banyak ajaran Islam terutama pada syair yang diucapkan oleh para penari.

Properti Tari Saman

Dalam menggerakan Tari Saman, tentunya terdapat beberapa perlengkapan atau properti yang harus dikenakan penari. Tentunya properti tersebut memiliki makna tersendiri dari setiap bentuknya. Berikut akan dipaparkan properti apa saja yang harus dipakai beserta dengan penjelasan singkatnya:

1. Properti Sarung

Untuk properti yang satu ini wajib dikenakan pada saat tarian berlangsung. Bahkan, sarung yang dipakai juga harus memakai sarung dengan motif batik dari Gayo. Biasanya untuk warna sarung disesuaikan dengan warna pakaian penari.

2. Properti Sabuk

Pada properti ini, juga harus digunakan oleh penari. Biasanya sabuk dipakai di pinggang si penari dengan arti tertentu. Untuk makna atau artinya sendiri yaitu supaya penari dapat kuat dalam menghadapi hidup serta dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

3. Properti Stagen

Umumnya, seorang penari memang diharuskan memakai stagen. Selain untuk membuat penampilan tambah menarik, di Tari Saman ini mempunyai arti tersendiri. Untuk artinya sendiri yaitu supaya penari dalam menggerakan tari tetap sopan serta luwes.

4. Properti Pakaian

Biasanya pada Tari Saman, pakaian yang dikenakan yaitu berupa celana dan baju. Untuk bajunya juga merupakan khas Suku Gayo dan dominan dengan warna hijau, merah serta putih. Sedangkan, untuk celananya yaitu celana hitam dengan corak kuning mengkilap.

5. Properti Topong Gelang

Pada properti satu ini biasanya dikenakan di pergelangan tangan sebelah tangan. Selain gelang, dilengkapi juga dengan sebuah sapu tangan sebagai aksesoris tambahan. Untuk sapu tangan ini biasanya dipakai dua pergelangan tangan. Biasanya juga terdapat aksesoris bulu yang menutupi bagian dada penari.

Jadi itulah beberapa jawaban jika ada sebuah pertanyaan Tari Saman berasal dari? Disertai dengan sejarah serta siapa yang menciptakannya. Selain itu, dijelaskan pula properti atau perlengkapan yang digunakan oleh penari saat sedang di pentas.