Kitab Zabur Turun Pada Abad Ke? Pada Abad Ke-10 SM

Kitab Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an merupakan empat kitab yang harus diketahui karena semua itu diturunkan oleh Allah Swt. Sebagai umat islam, telah ada dalam rukun iman. rukun iman yang ketiga, yaitu meyakini adanya kitab-kitab Allah Swt. Kitab zabur diturunkan pada abad ke 10 SM, dan yang menerimanya adalah Nabi Daud As. Untuk lebih detailnya ada contoh soal mengenai kitab zabur, simak penjelasan berikut:

Contoh soal: Kitab Zabur diturunkan pada abad?

Sejarah Turunnya Kitab Zabur

Kitab zabur diturunkan pada abad ke 10 SM dan diperuntukkan untuk kaum Bani Israil atau yang dikenal dengan Umat Yahudi. Kitab tersebut diturunkan diterima oleh Nabi Daud As yang diturunkannya di Kota Yerusalem. Sejarah dari turunnya kitab zabur ini berawal dari keberhasilannya seorang Nabi Daud As saat mengalahkan seorang Jalut (Goliath).

Jalut adalah seorang raja dengan memiliki sifat yang sombong, durhaka serta tidak beriman dengan adanya kuasa Allah Swt. saat sang raja tersebut berhasil dibunuh, Nabi Daud As mengambil kursi kerajaan dan menduduki sebagai raja. Dengan kemenangan tersebut, Nabi Daud As juga diagungkan oleh kaum Bani Israil.

Nabi Daud As menang semata karena semua bantuan dan pertolongan dari Allah Swt. Kemenangan yang dicapai tersebut tidak membuatnya sombong, tidak membuat Nabi Daud As lupa kepada Allah Swt. Sang Maha Pencipta.

Setelah Nabi Daud As berhasil membunuh sang raja, beliau langsung menuju Kota Yerusalem untuk menyendiri. Sesampainya disana, Nabi Daud As langsung berdo’a, mengagungkan Allah Swt melalui pujian-pujian tersebut. Pada saat itulah Allah Swt menurunkan Kitab Zabur kepadanya. Peristiwa ini telah diterangkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 250-251.

Isi Dalam Kitab Zabur

Ada beberapa perbedaan antara kedua kitab ini yaitu kitab taurat dan zabur. Selain yang membedakannya adalah yang menerima wahyu-Nya, tahun turunnya, dari segi bahasa yang digunakan maupun cara memujanya juga memiliki perbedaan. Perbedaan yang pertama dari segi bahasa yang ada didalamnya.

Jika kitab taurat menggunakan bahasa ibrani, maka kitab zabur menggunakan bahasa Qibti. Sebuah Ensiklopedia Islam, kitab zabur dan kitab taurat memang diperuntukkan untuk kaum Bani Israil tetapi kedua kitab ini memiliki isi yang berbeda. Kitab taurat diturunkan berisi tentang kekejaman Raja Fir’aun, sedangkan kitab zabur berisi tentang kisah Nabi Daud berjuang mengalahkan Raja Jalut.

Lalu, untuk isi dari kitab tersebut berupa nyanyian rohani untuk memuja Nabi Daud As karena telah berhasil mengalahkan Jalut sang raja terdahulu. Nyanyian yang dimaksud ini sama seperti kalimat pujian-pujian untuk Tuhan. Kitab zabur hanya digunakan untuk sebagai pedoman dalam berdo’a dan juga memuji Allah Swt. Ada terdapat 5 jenis nyanyian dari kitab zabur tersebut yaitu:

  1. Nyanyian untuk Sang Nabi Daud As
  2. Ratapan serta doa untuk individu
  3. Ratapan untuk doa secara berjamaah
  4. Nyanyian individu sebagai wujud tanda rasa bersyukur
  5. Nyanyian khusus untuk memuja serta memuji Allah Swt

Kitab Zabur berisi tentang do’a, pengajaran, pujian, dzikir, dan juga terdapat nyanyian didalamnya, penjelasan ini juga telah diterangkan pada QS. Al-Isra’ ayat 55. Dalam kitab ini tidak memiliki kandungan hukum dan syariat agama yang berlaku di dalamnya. Karena Nabi Daud mendapat perintah untuk mengikuti syariat yang telah dibawa Nabi Musa As.

Itulah tadi penjelasan singkat dalam mengenal tentang kitab zabur. Dapat ditarik kesimpulan, bahwasanya kitab zabur diturunkan pada abad ke 10 SM lalu diterima oleh Nabi Daud As yang merupakan urutan nabi ke 17. Kitab zabur ini diturunkankan di Kota Yerusalem. Di Dalam Al-Qur’an telah tercantum membahas tentang kitab zabur, diantaranya yakni QS. An-Nisa’ [4:163] dan juga QS. Al-Anbiya [21:105].