Imitasi Adalah Tiruan Yang Menjadi Faktor Terbentuknya Interaksi Sosial

Interaksi sosial dalam masyarakat bisa terbentuk karena beberapa faktor, salah satunya imitasi. Dimana istilah Imitasi adalah sebuah bentuk tiruan, baik kepada gaya  atau perilaku seseorang. Selain adanya imitasi ternyata ada beberapa faktor lain yang  akan membentuk interaksi sosial juga. Misalnya ada sugesti, identifikasi,simpati dan lain-lain. Untuk penjelasan lengkapnya bisa disimak dalam artikel berikut ini:

Contoh soal : Apa yang dimaksud imitasi, sugesti, identifikasi, empati, simpati, motivasi dan berikan masing-masing contohnya

Jawaban Dan Penjelasan Mengenai Masing-Masing Pengertiannya

Ada beberapa kata atau istilah yang akan dibahas pada artikel kali ini. Selain pembaca akan menemukan jawaban mengenai “Imitasi adalah”, ada juga beberapa istilah yang harus diketahui yang lain. Tentunya pembahasan kali ini adalah beberapa hal yang akan membuat terbentuknya interaksi sosial:

1. Imitasi

Tanpa berbasa basi lagi, pertama akan dibahas mengenai istilah Imitasi. Tidak hanya merujuk pada barang atau benda mati saja.  Namun, istilah imitasi juga bisa digunakan untuk seseorang yang menirukan perilaku orang lain.  Jadi, Imitasi bisa dikatakan sebagai tindakan sosial yang meniru atau mengikuti sesuatu dari orang lain mengenai banyak hal.

2. Sugesti

Sedangkan untuk faktor terbentuknya interaksi sosial yang selanjutnya adalah Sugesti. Untuk penjelasan mengenai sugesti sendiri adalah seseorang yang memberikan pengaruh kepada pihak lain. Sehingga secara tidak langsung pihak lain akan mengikuti apa yang diberikan kepadanya. Bisa meliputi pandangan tentang banyak hal gaya hidup, pilihan dan sebagainya.

3. Identifikasi 

Sedangkan identifikasi adalah adanya kecenderungan bahwa seseorang tersebut ingin menjadi sama dengan orang lain. Biasanya ini akan lebih mudah terjadi kepada seorang fans kepada idolanya. Dimana fans akan cenderung mengikuti gaya dari idola tersebut.

4. Simpati Dan Empati

Adapun untuk istilah simpati adalah proses ketertarikan seseorang dengan orang lain, dimana ketertarikan tersebut berdasar pada inginnya memahami orang tersebut secara lebih dalam. Untuk simpati ini merujuk pada sebuah proses yang terjadinya tidak bisa cepat, jika dibandingkan dengan imitasi, identifikasi dan sugesti. 

Saat mendengar istilah empati biasanya akan dibarengi dengan istilah simpati.  Memang tidak salah bahwa kedua istilah tersebut memang biasanya akan saling berhubungan. Jika simpati adalah sebuah perasaan ingin memahami dan menjadi seseorang tersebut. Maka simpati adalah tindak lanjut dari perasaan simpati. Jadi, lebih kepada sebuah tindakan nyata yang ditampilkan.

5. Motivasi

Sedangkan untuk penjelasan mengenai motivasi adalah sebuah stimulus yang diberikan individu untuk individu lain. Sehingga individu tersebut akan melaksanakan apa yang distimuluskan dengan baik, rasional dan penuh dengan tanggung jawab juga. 

Contoh Perilaku Dari Beberapa Faktor Terjadinya Interaksi Sosial

Imitasi ini bisa dikatakan sebagai faktor psikologis sehingga terbentuk interaksi sosial. Adapun contoh mudahnya ketika banyak anak-anak muda yang meniru gaya berpakaian ala korea. Kemudian  Contoh sugesti adalah iklan produk makanan yang tampak enak akan membuat penonton langsung membelinya.

Sedangkan identifikasi adalah kecenderungan mengikuti gaya dari Idola. Untuk simpati dan empati adalah saat melihat orang yang menderita merasa iba, dan kemudian ikut menolong atau meringankan penderitaan tersebut. Sedangkan motivasi misalnya diberikannya penghargaan pada kejuaraan lomba, sehingga itu membuat stimulus agar bisa berlatih terus di kemudian hari.  

Demikian itu beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya interaksi sosial termasuk perilaku Imitasi. Sehingga dengan membaca penjelasan mengenai beberapa istilah tersebut, diharapkan pembaca bisa memahami perbedaannya. Maka dari itu bisa disimpulkan imitasi adalah tiruan kepada orang lain baik dari segi pakaian, perilaku dan sebagainya. Untuk penjelasan yang lain pembaca bisa menyimpulkan sendiri.