Tari Kecak Menggunakan Pola Lantai Horizontal Baca Penjelasannya!

Dalam dunia tari akan ada banyak sekali macam tarian yang berasal dari Indonesia salah satunya adalah tari Kecak. Lalu untuk pola lantainya, tari kecak menggunakan pola lantai horizontal dan melingkar. Di bawah nanti akan ada contoh soal beserta penjelasannya mengenai tarian kecak, untuk lebih jelasnya berikut ulasannya:

Contoh Soal: Tari kecak dari bali menggunakan pola lantai…

Inilah Jawaban Serta Penjelasannya

Pola lantai yang digunakan dalam tarian kecak adalah pola horizontal dan melingkar. Istilah lain dari pola lantai ini adalah menggunakan garis melengkung dan hingga berbentuk lingkaran. Kemudian para pemain atau penari duduk mengelilingi sesuai dengan pola lantai tersebut.

Dari pemain yang duduk melingkar dan berhadapan tersebut masih akan menyisakan ruang lingkaran di tengahnya. Pada tengah-tengah lingkaran tersebut nantinya akan diletakkan api unggun. Jadi saat pertunjukan tarian tersebut dilakukan saat malam hari maka api unggun tersebutlah yang menjadi penerangan utamanya.

Pola lantai yang horizontal dan melingkar tersebut juga memiliki makna dan maksud tersendiri, bukan hanya sekedar asal-asalan. Seperti menggambarkan sebuah kekompakan, kerukunan dan kebersamaan. Tarian ini juga sudah menjadi ciri khas dari pulau Dewata tersebut.

Tak hanya sebagai tarian biasa, tari Kecak memiliki maknanya tersendiri bagi warganya. Selain tari kecak menggunakan pola lantai horizontal dengan makna tertentu. Tarian ini juga mengandung ritual agama. Meski tidak sepenuhnya tarian tersebut digunakan prosesi ritual agama atau ritual tertentu.

Ruang Lingkup Tentang Tari Kecak

Setelah mengetahui pola lantai pada tari kecak maka pengguna juga bisa mempelajari tentang apa saja yang berhubungan dengan tarian tersebut. Suatu tarian memang menarik untuk dibahas. Untuk lebih jelasnya mari simak uraiannya d bawah berikut ini:

1. Sejarah Tari Kecak

Menjadi suatu kesenian yang paling menonjolkan di pulau Dewata tak afdol rasanya jika tidak mengerti tentang sejarah terciptanya tarian tersebut. Tarian ini merupakan tarian yang diciptakan pada tahun 1930 oleh salah satu penari Bali dan juga seniman lukis dari Jerman. Tak asal-asalan tarian ini diadopsi atau terinspirasi oleh tarian ritual bernama tari Sanghyang.

Kemudian nama Kecak tersebut diambil dari kata cak yang akan terus dilantunkan oleh para penarinya selama masa pertunjukan. Adegan dari tarian ini terinspirasi dari perjuangan Ramayana yang menyelamatkan dewi Sinta. Tentu setiap pemain memiliki peran masing-masing ya harus mereka jalankan.

2. Makna Gerakan Tari Kecak

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa tarian ini merupakan tarian yang mengisahkan tentang perjuangan Ramayana menyelamatkan Shinta jadi adegannya pun tak lepas dari itu. Mengisahkan Ramayana yang berjuang membebaskan Shinta. Hingga dengan bantuan Sang Hanoman

Pada kisahnya tempat penyekapan Shinta hampir saja terbakar karena Hanoman memporak-porandakan tempat tersebut. Kemudian sang Rama meminta pertolongan kepada dewanya atau Dewata. Jadi inti dari kisah tersebut adalah adanya’ kepercayaan pada Tuhan dan juga kesetiaan seorang Shinta pada suaminya.

3. Properti Yang Digunakan Pada Tari Kecak

Pada pembahasan nomor tiga kali ini adalah tentu properti apa saja yang digunakan dalam tarian khas Dewata tersebut. Untuk properti yang digunakan juga cukup beragam diantaranya adalah bara api yang diletakkan pada tengah pola lingkaran yang dibuat. Kemudian ada gelang kerincing yang dipakai pada kaki.

Tak hanya itu ada juga topeng yang akan dikenakan oleh para pemainnya. Bunga Kamboja Kuning juga menjadi properti yang sudah serupa simbol bagi warga Dewata. Hingga selendang hitam dan putih pun menjadi salah satu properti yang harus disiapkan. Juga beberapa properti pelengkap lainnya.

Demikian tadi ulasan yang berhubungan dengan tari kecak menggunakan pola lantai horizontal dan melingkar atau lingkaran. Sejarah tarian tersebut juga sudah diringkas pada salah satu poin di atas. Hingga makna dari gerakan-gerakan tarian tersebut juga sudah diringkaskan.