Pengertian Syajaah Adalah Berani, Serta Perwujudan Syajaah

Pada kamus Arab arti Syajaah adalah keberanian atau keperwiraan, yakni orang yang bersabar terhadap sesuatu dan di dalam jiwanya ada keberanian untuk melakukan kebenaran. Pada diri seorang pengecut sulit ditemukan sikap berani dan sabar, sehingga tak banyak orang yang memiliki syaja’ah. Untuk contoh soal dan penjelasan lebih lengkapnya tentang syajaah adalah akan dijelaskan sebagai berikut.

Contoh Soal : Pengertian syajaah adalah

Jawaban dan Penjelasan Mengenai Pengertian Syaja’ah

Secara bahasa arti Syajaah adalah keberanian, merupakan sisi positif yang dimiliki oleh umat muslim untuk melakukan pekerjaan yang berat dan mengandung risiko. Sebaiknya sikap berani ini dipergunakan sebagaimana mestinya agar tak terjerumus dalam kehinaan.

Syaja’ah atau berani bukan berarti berani berkelahi di medan laga, namun sebagai sikap mental seseorang yang diartikan positif, bisa kuasai jiwa dan berbuat sebagaimana mestinya. Inilah yang diartikan syaja’ah sebagai sebenar-benarnya sikap berani yang baik.

Jadi sikap berani adalah sifat dewasa dalam menghadapi bahaya atau kesulitan yang ada di dalam hidup. Orang yang melihat kejahatan dan khawatir dengan akibatnya, lalu menentangnya maka itulah yang disebut sebagai sikap pemberani yang nyata.

Dapat dimengerti bahwa dengan adanya rasa berani ini bukan berarti tidak adanya rasa takut di dalam diri. Tetap ada rasa takut namun keberanian lebih menonjol demi melawan kejahatan dan tindakan yang tak sesuai dengan nurani, inilah yang dinamakan keberanian positif.

Perwujudan Sikap Syajaah

Sikap syaja’ah atau keberanian bisa diterapkan dan diaplikasikan dalam keperluan sehari-hari. Adapun perwujudan dari sikap syaja’ah akan disebutkan dan dijelaskan dalam penjelasan singkat berikut ini, silahkan simak jenis-jenisnya.

1.  Quwwatul Ihtimal

Sikap syaja’ah atau berani bisa diterapkan dalam wujud daya tahan yang besar, ini dinamakan dengan quwwatul ihtimal. Seorang yang punya sifat sabar dan berani akan teguh dan tahan terhadap kesulitan, penderitaan dan bahaya yang ada di depannya demi perjuangannya.

Perjuangan ini adalah semata-mata karena Allah SWT, jadi sikap keberanian dan sabar juga harus dituntut dengan tahan terhadap perjuangan. Tentunya perjuangan ini tak akan sia-sia dan membuahkan hasil yang baik.

2.  Al-I’tirafu Bil Khatha

Sikap berani atau syajaah adalah dia yang mau mengakui kesalahannya, sehingga disebut dengan Al-I’tiraf Bil Khatha. Sikap berani mengakui salah adalah sikap yang jarang ditemukan pada orang-orang yang pengecut, sikap ini adalah baik dan positif.

Sehingga apabila dikembangkan akan menjadi sikap syaja’ah atau berani yang baik. Mengakui kesalahan tidak mudah, bahkan cenderung sulit dan memang butuh keberanian yang luar biasa untuk mengakui kesalahan yang dimiliki.

3.  Al-Inshaf Min Adz-Dzati

Sikap yang ini diartikan sebagai sikap objektif dalam diri sendiri, merupakan wujud penerapan dan pengaplikasian dari syaja’ah atau berani. Lebih sulit untuk melakukan objektif atau mengoreksi diri sendiri, istilah lain yang lebih kerennya adalah intropeksi diri.

Tak banyak yang bisa melakukan hal ini sebab dibutuhkan keberanian yang luar biasa untuk introspeksi diri. Kebanyakan orang akan cenderung menyalahkan orang lain daripada mengintrospeksi dirinya sendiri. Inilah yang dimaksudkan syaja’ah atau berani yang positif.

4.  Milku An-Nafsi ‘Inda Al-Ghadhabi

Sikap satu ini dinamakan dapat mengendalikan dan menguasai diri kala marah. Orang yang syaja’ah atau berani adalah mereka yang mampu menguasai dan mengendalikan dirinya di kala marah. Inilah bukti dari keberanian diri yang baik dan bagus.

Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian syajaah adalah berani beserta perwujudan sikap dari syajaah. Dengan adanya artikel ini diharapkan seseorang bisa memiliki keberanian di dalam diri dan tidak lagi takut dengan bahaya yang mengancam, terutama bagi muslim.