Tinggi Rendah Nada Disebut? Kupas Tuntas Jawabannya

Tinggi rendahnya nada saat berkomunikasi bisa menandakan jenis obrolan yang sedang berlangsung. Nada yang tinggi cenderung mencerminkan obrolan yang mengandung perdebatan. Sementara apabila obrolan yang terjalin santai, biasanya nada bicara menjadi lebih rendah. Sebenarnya tinggi rendah nada disebut apa ya? Secara jelas pertanyaan tersebut akan dikupas satu per satu di artikel ini.

Contoh soal: Tinggi rendahnya nada disebut?

Pengertian Tinggi Rendah Nada

Tinggi rendah nada disebut sebagai intonasi. Penggunaannya lebih kepada penekanan suatu kalimat tertentu untuk memperjelas maksud dan tujuan seseorang kepada penerima pesan, agar informasi dapat tersalur dengan baik. Intonasi nada bicara yang disampaikan sangat berpengaruh terhadap reaksi penerima pesan. Oleh karena itu penting sekali mengendalikan intonasi nada bicara saat sedang berkomunikasi.

Memperhatikan tinggi rendahnya nada menjadi suatu keharusan bagi orang-orang yang berprofesi sebagai pembawa berita atau acara, penyanyi dan lain-lain. Hal ini dikarenakan profesi tersebut berhubungan langsung dengan masyarakat, sehingga sedapat mungkin kontrol intonasi harus baik agar tidak mengundang kesalahpahaman.

Jenis Dasar Intonasi atau Tinggi Rendah Nada

Intonasi sebenarnya memiliki 2 jenis dasar dengan pengertian yang berbeda. Bagi yang belum mengetahuinya mungkin tidak menyangka bahwa 2 hal tersebut termasuk ke dalam kelompok intonasi atau tinggi rendahnya nada. Lebih lengkapnya pembaca bisa menyimak ulasan di bawah ini;

1. Tempo

Tempo merupakan pergerakan cepat lambatnya seseorang dalam berbicara. Kaitannya dengan intonasi cukup jelas, dimana pada poin-poin tertentu seseorang akan mulai memberikan penekanan untuk mempertegas apa yang ingin disampaikan. Penggunaan tempo yang tepat tentu memunculkan intonasi nada suara yang sesuai dengan apa yang dibicarakan.

2. Dinamika

Selain tempo, yang termasuk ke dalam kelompok tinggi rendah nada disebut juga sebagai dinamika. Hal ini terletak pada penekanan kata yang menimbulkan warna nada. Tujuannya sebagai pembeda makna kata tertentu dan berpengaruh pada perubahan arti dari kalimat yang diberi penekanan. Dinamika nada juga bisa digambarkan sebagai ekspresi nada yang terdapat sentuhan emosi di dalamnya.

Poin Penting dalam Mengendalikan Tinggi Rendah Nada (Intonasi)

Saat sedang berbicara, tinggi rendahnya nada atau intonasi perlu dikendalikan dengan benar agar lawan bicara tidak salah menanggapi obrolan yang sedang terjadi. Tentu sudah sangat jelas apabila dalam berkomunikasi harus mengerti teknik mengatur intonasi nada. Jika masih memiliki masalah dalam hal tersebut, dibawah ini akan dijelaskan bagaimana caranya mengendalikan tinggi rendah nada saat berkomunikasi.

1. Atur Kecepatan Berbicara

Kecepatan bicara mempengaruhi tinggi rendahnya nada, oleh karena itu penting sekali mengaturnya untuk dapat membentuk dinamika nada yang baik. Selain itu, dengan mengatur kecepatan berbicara, lawan bicara tidak akan merasa jenuh akibat pembahasan yang terlalu monoton. Kecepatan bicara yang sesuai juga membantu lawan bicara memahami topik yang sedang dibicarakan.

2. Sesuaikan Volume Suara

Volume suara juga perlu diperhatikan saat sedang membuka obrolan atau membahas sesuatu dengan orang lain. Sebab hal tersebut bisa jadi menimbulkan konflik apabila tidak diterapkan pada tempat yang tepat. Sebelum menyesuaikan volume suara saat akan berbicara, ada baiknya untuk menelusuri latar belakang lawan bicara serta bagaimana temperamen.

3. Tumbuhkan Rasa Percaya Diri

Tinggi rendahnya nada bicara juga tercermin dari tingkat rasa percaya diri yang dimiliki oleh seseorang. Untuk itu penting sekali memperhatikan hal tersebut dalam mengendalikan intonasi nada saat sedang berbicara. Orang yang percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya tentu akan dihargai. Meski begitu tetap waspadai sindrom over PD yang membuat lawan bicara malas melanjutkan pembicaraan.

Nama lain tinggi rendah nada disebut sebagai intonasi. Meski begitu pengertiannya tidak hanya sebatas itu saja, dari kacamata seni misalnya. Tinggi rendah nada dikatakan sebagai teknik suara yang menciptakan unsur-unsur emosi, baik lewat nyanyian ataupun drama. Meski memiliki pemahaman yang berbeda dari segi bahasa dan seni, pada dasarnya kekuatan intonasi nada berpengaruh kepada siapapun yang mendengarkannya.