Jelaskan Perbedaan Nabi dan Rasul? Temukan Jawabannya Disini!

Pada ajaran agama Islam umat muslim tentu diajarkan untuk mengenal dan mengetahui nama-nama Nabi dan Rasul Allah. Para utusan Allah yang memiliki tugas dalam menyebarkan agama Islam dan mempertahankan ajarannya dari generasi ke generasi. Namun masih terdapat beberapa orang yang bingung dalam membedakannya. Berikut jawaban dari pertanyaan mengenai jelaskan perbedaan Nabi dan Rasul secara lengkap.

Contoh soal : Jelaskan perbedaan Nabi dan Rasul

Jawaban dan Pembahasan.

Kitab suci Al-Qur’an tentu sudah memiliki penjelasan lengkap yang mampu menjawab pertanyaan jelaskan perbedaan Nabi dan Rasul di atas. Secara umum keduanya sama-sama utusan dan kekasih Allah yang memperoleh wahyu yang digunakan untuk menyembah Allah semata. Berikut 6 perbedaan antara Nabi dan Rasul.

1. Perbedaan Dalam Mengamalkan Wahyu Allah

Salah satu ciri yang menjadi perbedaan Nabi dan Rasul yang pertama adalah dalam hal pengamalan wahyu dari Allah. Nabi memperoleh wahyu dari Allah untuk diamalkan oleh diri sendiri. Segala amalan baik, mukjizat, dan wahyu lainnya yang diperoleh seorang Nabi hanya dilakukan dan diterapkan oleh diri Nabi sendiri sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Berbeda dengan seorang Nabi, Rasul memperoleh wahyu dari Allah SWT dengan tugas agar disampaikan kepada umatnya. Hal ini yang membedakan antara Rasulullah SAW yang mengemban tugas dalam membimbing umat Islam dalam hal ketauhidan dan ketakwaan kepada Allah dengan Nabi Khidir yang hanya menerima wahyu untuk diamalkan oleh dirinya sendiri.

2. Kaum Yang Ditugaskan

Sebagai seorang utusan Allah tentu para Nabi dan Rasul telah ditugaskan dan ditempatkan pada tiap kaum dan era yang berbeda. Hal tersebut tentu berkaitan dengan tugas pertama yang berbeda antara seorang Nabi dan Rasul. Nabi memiliki tugas atau diutus kepada kaum yang sudah beriman. Hal tersebut karena seorang Nabi tidak perlu berjuang dakwah atau perang melawan kaum kafir.

Seorang Rasul diutus dan diperintahkan oleh Allah pada kaum kafir dan belum beriman. Tujuannya tentu jelas untuk membimbing kaum tersebut kepada ajaran agama Islam. Wahyu yang diberikan tentu lebih banyak karena tugas seorang Rasul yang begitu besar dalam menyebarkan agama Allah dan melawan tantangan atau serangan dari kaum kafir.

3. Nabi Mempunyai Jumlah Lebih Banyak Dari Rasul

Rasul diutus oleh Allah pada suatu kaum atau era yang sama sekali belum mengenal agama Islam atau masih terdapat kaum kafir. Untuk itu dalam periode kaum tersebut dapat diurus oleh seorang Rasul dalam waktu yang cukup lama sehingga jumlah Rasul secara keseluruhan tidak terlalu banyak dibandingkan dengan Nabi. Nabi diutus pada kaum yang beriman dan berbaur dengan umat muslim lainnya sehingga jumlahnya tentu lebih banyak.

4. Seorang Nabi Belum Tentu Rasul , Rasul Sudah Tentu Nabi

Sebagai contoh Rasulullah SAW juga dapat dikatakan sebagai Nabi Allah. Namun Nabi Khidir bukanlah Rasul Allah. Hal ini dikarenakan Nabi dan Rasul keduanya sama-sama menerima wahyu dari Allah namun berbeda cara mengamalkannya.

5. Media Penyampaian Wahyu

Nabi menerima wahyu Allah melalui media mimpi saja. Sedangkan wahyu diberikan oleh Allah kepada Rasul melalui media mimpi dan melalui malaikat Jibril secara langsung. Melalui kemampuan atau mukjizat dari Allah seorang Rasul dapat berinteraksi dengan malaikat.

6. Akhir Kehidupan Seorang Nabi dan Rasul

Sebagian Nabi yang meninggal dibunuh oleh kaumnya Penjelasan ini dijelaskan pada Al-Qur’an. Berbeda dengan hal tersebut, Allah SWT akan menyelamatkan para rasulnya dari segala percobaan pembunuhan yang dilakukan kaum kafir. Seperti ketika Rasulullah SAW dikepung oleh pasukan Quraisy, Allah SWT membantu Rasulullah SAW dan sahabat kabur dengan selamat.

Demikian penjelasan mengenai pertanyaan jelaskan perbedaan Nabi dan Rasul. Sebagai seorang muslim tentu kita wajib mengetahui dan mengimani para Nabi dan Rasul. Hal tersebut agar terus mengingat keagungan Allah dan para kekasih Allah yang menjadi utusannya serta pembimbing agama Islam.