Bunyi Vokal Akhir Pada Baris Baris Puisi Disebut Rima

Puisi adalah jenis karya sastra yang dengan bentuk susunan kata yang begitu indah dan terdapat pengulangan bunyi di akhir. Biasanya bunyi vokal akhir pada baris baris puisi disebut rima dan digunakan untuk memperindah setiap bait puisi. Bunyi vokal atau rima puisi tersebut memiliki beragam jenis.  

Soal : Bunyi vokal akhir pada baris-baris puisi disebut Rima. Ada jenis puisi yg memiliki Rima teratur, misalnya 

Sekilas Tentang Rima

Seperti yang dijelaskan, bunyi vokal akhir pada baris baris puisi disebut rima. Dengan memasukkan unsur rima pada sebuah puisi mampu memberikan kesan lebih menyenangkan ketika didengarkan. Pelafalan vokal tidak boleh dibuat asal – asalan, harus dibuat dengan mengkombinasikan kata kata yang sesuai.

Jenis – Jenis Rima

Rima mempunyai beragam jenis yang harus diketahui, ketika hendak membuat sebuah puisi. Hal ini supaya dapat menghasilkan puisi yang mampu memberikan kesan enak didengarkan dan perasaan pembuat puisi dapat tersampaikan dengan baik. Simak penjelasan lengkap mengenai jenis – jenis rima dibawah ini.

1. Rima Berdasarkan Bunyi

Pembentukan rima berdasarkan bunyi dapat dilihat dari suku kata yang paling akhir pada baris. Sehingga ketika menggunakan rima ini, perlu memperhatikan suku kata yang digunakan pada setiap baris puisi. Jenis rima ini terbagi menjadi 8 Jenis, yaitu:

  • Rima Sempurna. Seluruh suku kata terakhir pada bagian akhir baris dalam jenis rima ini memiliki vokal yang sama. Umumnya digunakan pada puisi yang memiliki bentuk layaknya pantun.
  • Rima Tak Sempurna. Pada jenis rima tak sempurna, vokal yang memiliki irama sama hanya pada sebagian suku kata yang terakhir saja. Itu berarti, hanya terdapat persamaan bunyi pada suku kata terakhir pada kata di akhir baris.
  • Rima Mutlak. Rima ini memiliki bunyi akhir yang sama pada seluruh kata yang sama. Hampir sama dengan rima sempurna yang juga dapat ditemukan pada puisi yang berbentuk seperti pantun.
  • Rima Terbuka. Mempunyai persamaan bunyi yang ada di akhir sebuah kata. Biasanya, terdapat pada kata yang memiliki akhiran bunyi vokal.
  • Rima Tertutup. Sama seperti rima terbuka, persamaan bunyi hanya ada di akhir sebuah kata. Hanya saja, rima tertutup terdapat pada kata yang akhirannya memiliki bunyi vokal konsonan.
  • Rima Aliterasi. Disebut dengan rima aliterasi, karena memiliki persamaan bunyi pada suku kata awal, baik dalam satu baris maupun berlainan baris.
  • Rima Asonansi. Kata yang berirama terdapat pada vokal yang merupakan rangka sebuah kata, bisa dalam satu baris maupun tidak.
  • Rima Disonansi. Kebalikan dari rima asonansi, dimana vokal yang merupakan rangka sebuah kata menimbulkan bunyi yang berlawanan.

2. Rima Berdasarkan Letak Kata Pada Baris

Selain berdasarkan bunyi, juga terdapat rima yang dibuat berdasarkan letak kata pada baris. Bagi yang lihai dalam berpuisi, tentu jenis rima ini sudah tidak terdengar asing lagi. Namun bagi yang belum mengetahui dapat menyimak ulasan lengkapnya berikut:

  • Rima Awal. Mempunyai persamaan bunyi yang dihasilkan pada sebuah kata di awal baris. Penggunaan rima ini dapat berupa angka maupun huruf.
  • Rima Tengah. Dikatakan sebagai rima tengah, ketika kata yang memiliki persamaan bunyi terletak di tengah baris.
  • Rima Akhir. Sesuai dengan namanya, rima ini memiliki persamaan bunyi pada kata yang letaknya di akhir baris atau kalimat.

Jadi, bagaimana? Sudah paham kalau  bunyi vokal akhir pada baris baris puisi disebut rima?. Sekarang tidak perlu bingung lagi, jika ingin membuat puisi yang menarik. Tinggal memasukkan unsur irama jenis mana saja dan memilih kata yang sesuai, maka dapat menghasilkan puisi yang bagus.