Sampiran Adalah Unsur Estetik Utama Pantun? Ini Pengertian dan Penjelasannya!

Unsur pembangun pantun satu dengan lainnya memang sudah memberikan estetika yang menjadikannya bernilai seni. Hanya saja, sampiran adalah unsur estetika utama pantun yang membuat pantun lebih indah didengar. Bahkan sampiran tidak ada yang disebut pantun. Sebab sampiran menjadi unsur utama penting untuk mewujudkan sebuah pantun.

Lalu apa pengertian sampiran lebih detailnya. Di bawah ada contoh soal yang berhubungan dengan pengertian sampiran sekaligus akan dipaparkan beberapa penjelasan terkait pantun dan sampiran itu sendiri.

Contoh soal: Jelaskan apa yang dimaksud dengan sampiran?

Jawaban Apa yang Dimaksud Sampiran dan Penjelasan Lengkapnya

Sampiran terletak pada baris ke-1 dan kedua di dalam pantun. Bisa dikatakan sampiran menjadi unsur utama yang akan ditulis atau dibaca pertama kali saat melantunkan pantun. Sampiran berupa kalimat kiasan dengan bunyi-bunyi tertentu sesuai dengan isi pantunnya.

Asal kata dari sampiran yaitu sampir. Kata ini juga termasuk homonim, alasannya mempunyai pelafalan dan arti ejaan yang sama namun maknanya tidak sama. Sampiran termasuk ke dalam kelas kata benda, sehingga mempunyai arti yang berfungsi menyatakan semua benda, nama orang dan tempat.

Sampiran adalah kalimat kiasan sebagai bentuk pengantar sebuah pantun yang terbangun dari rima dan sajak sebelum isi pantun. Rima isi pantun tentu saja mengikuti rima sampiran. Isi pantun terletak pada baris setelah sampiran yang memuat makna berdasarkan tujuan pembuatan pantun tersebut.

Walaupun lampiran berupa kalimat kiasan sebenarnya memang tidak ada hubungannya dengan makna dari isi. Tetapi hanya sebagai kata pengantar yang memperindah isi dari sebuah pantun.

Apa Saja Jenis-jenis Pantun?

Setelah memahami sampiran adalah unsur estetik utama pantun. Tentu tidak lengkap kalau belum mengetahui jenis-jenis pantun itu sendiri agar bisa membuat pantun dengan sampiran yang sesuai dengan isi. Di bawah ini 5 jenis pantun yang perlu diketahui:

1. Pantun Nasehat

Semua pantun memang berisi imbauan atau saran untuk pembacanya. Jadi tak heran kalau menjumpai pantun dengan tema nasehat. Tujuan dari pantun nasehat ini dibuat tentu saja sesuai dengan namanya yaitu menyampaikan pesan moral pada pembaca atau pendengarnya. Jenis pantun ini terbilang yang dijumpai dalam dunia pantun.

2. Pantun Jenaka

Pantun jenaka biasanya dibuat kan dibaca oleh orang yang menyukai hal-hal bersifat humor tapi memiliki makna menarik untuk ditelaah. Lebih tepatnya jenis pantun Ini mengandung isi yang lucu dan menarik perhatian pendengar.

Tujuan pembuatan pantun jenaka ini tak lain untuk mendedikasikan hiburan bernilai seni pada pendengar atau pembacanya. Tapi selain itu jenis pantun ini juga kerap kali digunakan untuk menyindir kelompok masyarakat dengan kondisi tertentu yang dikemas berupa kalimat-kalimat lucu.

3. Pantun Agama

Pantun agama termasuk jenis pantun yang memuat isi tentang nasihat keagamaan. Bedanya dengan pantun nasihat, nilai yang disampaikan cukup spesifik yaitu mencangkup nilai-nilai agama saja.

4. Pantun Teka-teki

Pantun yang memiliki ciri khas pada isi di larik terakhirnya. Di mana berupa pertanyaan dinamakan sebagai pantun teka-teki. Pembuatan pantun ini ditujukan untuk menghibur dan memberikan suasana keakraban.

5. Pantun Berkasih-kasihan

Adapun jenis pantun yang terakhir adalah pantun berkasih-kasihan. Tentu saja pantun ini memuat yang berhubungan dengan kasih sayang dan cinta. Biasanya dipakai oleh kalangan muda-mudi untuk menyatakan perasaannya pada orang yang disayanginya.

Itulah jawaban terkait sampiran adalah unsur estetik utama dari pantun serta pemaparan jelasnya terkait pengertiannya. Dilengkapi juga dengan penjelasan jenis-jenis pantun yang bisa dijadikan pedoman ketika ingin membuat pantun. Tetapi selain lima jenis pantun di atas ada juga jenis pantun anak, pantun ini maknanya bertujuan untuk menasehati anak.