Jenis-Jenis Tari Topeng Berasal dari Beberapa Daerah di Indonesia

Mungkin masih banyak yang bertanya, sebenarnya Tari Topeng berasal dari mana? Karena ada beberapa daerah di Indonesia yang memiliki tari tersebut dengan penggunaan properti sama, yakni topeng. Jika dilihat, ada yang dari Betawi, Bali, Cirebon, Magelang, dan Malang. Mengenai contoh soal dan penjelasan jenis Tari Topeng bisa menyimak uraian berikut.

Contoh soal: ada yang tau ga Tari Topeng berasal dari mana?

Jawaban dan Jenis Tari Topeng

Lima daerah di Indonesia memang memiliki tarian yang sama, yakni Tari Topeng. Meskipun ada yang mempunyai kemiripan, tapi makna dan alur yang diangkat dalam tarian berbeda. Berikut adalah penjelasan mengenai keunikan dan maksud dari masing-masing jenis Tari Topeng:

1. Tari Topeng Betawi

Perkembangan Tari Topeng di Betawi kira-kira dimulai pada tahun 1930 berkat kreativitas Kong Djioen dan Mak Kinong. Karena terinspirasi oleh Tari Topeng yang berasal dari Cirebon, tarian ini juga mengangkat tiga karakter, yakni Jingga, Samba, dan Panji. Keunikannya terletak pada kostum yang digunakan dan sangat menonjolkan khas Betawi.

Alat musik yang dipakai sebagai pengiring dalam Tari Topeng Betawi yaitu gamelan. Gerakannya sangat mengandalkan pada kekuatan kaki untuk penopang, karena tarian ini dibawakan dengan cara menurunkan badan. Umumnya, masyarakat Betawi dapat menyaksikan Tari Topeng saat acara tasyakuran khitanan atau pernikahan.

2. Tari Topeng Bali

Tari Topeng juga berkembang di daerah Bali dengan nuansa yang sangat kental ritual magisnya. Jadi jangan heran jika tarian ini digolongkan pada seni yang disakralkan. Umumnya, Tari Topeng Bali dibawakan oleh seorang laki-laki yang memakai properti berupa topeng dari kayu ylang-ylang. Lalu kostumnya berwarna hitam berhias manik-manik emas.

Tarian tersebut akan sering ditemukan dalam upacara keagamaan, seperti piodalan. Ritual ini diadakan setiap enam bulan sekali (penanggalan Bali) di sebuah pura. Isi upacara adalah persembahan kepada Sang Hyang Widhi dari Dewa Yadnya. Representasi dewa-dewa dilambangkan sebagai anugerah untuk menghadirkan keselamatan dan ketenteraman.

3. Tari Topeng Cirebon

Selanjutnya adalah jenis Tari Topeng berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Pada mulanya, Tari Topeng hanya dapat disaksikan oleh golongan keraton saja. Namun berkembang menjadi kesenian rakyat. Topeng yang digunakan ada lima jenis dan dinamai dengan Panca Wanda.

Tari Topeng Cirebon juga memiliki nilai sakral dan biasanya disertai ritual khusus. Sebelum membawakan pentas, penari harus melakukan pantang, semedi, dan berpuasa. Meski begitu, tarian ini pernah dijadikan metode berdakwah oleh Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga.

4. Tari Topeng Magelang

Daerah Magelang juga mengembangkan tarian serupa dengan nama Tari Topeng Ireng. Kostum yang dipakai biasanya berupa rok rumbai-rumbai menyerupai suku Dayak. Karena itulah, disebut juga dengan kesenian Dayakan. Lalu bagian kepala diberi hiasan dari bulu berwarna-warni seperti orang Indian.

Tari Topeng Magelang merupakan hasil kreasi baru yang diambil dari kesenian Kubro Siswo. Semakin dikembangkan oleh masyarakat lereng Merbabu dan Merapi. Umumnya, ada 10 penari yang membawakannya dengan formasi bermacam-macam.

5. Tari Topeng Malang

Terakhir ada jenis Tari Topeng yang berkembang di daerah Malang, Jawa Timur. Alur cerita yang sering dibawakan dalam tarian adalah kisah Panji, Mahabarata, serta Ramayana. Pencipta dari Tari Topeng Malang adalah Airlangga.

Tarian ini biasa dibawakan untuk keperluan upacara adat dan penyambutan tamu dalam acara pemerintahan. Setiap penari harus mampu menampilkannya dengan penuh penjiwaan yang sesuai karakter topeng. Perbedaan warna pada topeng menunjukkan watak yang berbeda.

Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis Tari Topeng berasal dari lima daerah yang terdapat di Indonesia. Setiap tarian pasti mempunyai keunikan dan maksud berbeda. Walaupun mempunyai kemiripan dalam hal properti, yakni topeng, namun karakteristiknya tidak sama. Ada yang digunakan untuk kegiatan ritual atau penyambutan tamu.