Sebutkan Ciri Ciri Pantun? Ciri Pantun Yaitu Sebagai Berikut

Pantun adalah puisi jenis lama yang memiliki berbagai bentuk yang berbeda-beda. Diketahui, jenis-jenis pantun disesuaikan dengan kegunaan serta tujuan dari pembuatnya. Misalnya saja pantun jenaka, teka-teki, nasehat dan lainnya. Kemudian, pantun juga dikenal sebagai salah satu sastra Melayu yang masih eksis hingga sekarang. Penjelasan mengenai sebutkan ciri ciri pantun adalah sebagai berikut.

Contoh soal: Sebutkan ciri ciri pantun?

Jawaban Dan Penjelasan Ciri-Ciri Pantun

Pantun memiliki beberapa ciri ciri yang khas sehingga mudah dibedakan dengan jenis sastra lainnya. Lalu, pantun biasanya juga memiliki nada yang serupa di akhir kalimat sehingga lebih berima. Kemudian, pantun juga seringkali dinyanyikan dan ditampilkan dalam berbagai acara. Contohnya adalah berbalas pantun pada suku Melayu dan juga Betawi yang masih sering dilakukan.

Diketahui, pantun ini memiliki bait yang bagian kulitnya terdapat empat buah baris yang berima di bagian akhirnya. Lalu, di tiap lariknya juga terdiri dari empat kata yang membentuk menjadi satu kalimat.

Karena bentuk dan nadanya yang khas, menjadikan pantun sangat mudah dikenali meskipun hanya mendengar satu kali saja. Pada penjelasan berikut adalah jawaban mengenai sebutkan ciri ciri pantun.

1. Terdiri Dari Empat Baris

Ciri-ciri pantun yang pertama adalah dalam setiap baitnya terdiri dari empat buah baris. Baris-baris ini akan saling berkesinambungan antara satu dengan yang lainnya sehingga membentuk pantun yang utuh. Kemudian, pada setiap baris pantun ini biasanya terdiri dari delapan buah kalimat. Sedangkan maksimal suku katanya yaitu dua belas suku kata.

Hal ini memang sudah menjadi ciri khas yang paten dalam setiap pantun. Meskipun jenis-jenis pantun berbeda-beda namun barisnya tetaplah sama satu dengan lainnya. Untuk itu , saat membaca pantun pertama kali maka akan langsung memahaminya bahwa itu adalah kalimat pantun.

2. Pola Penulisan

Selanjutnya adalah pola penulisan dari pantun. Diketahui, pantun seringkali memiliki pola yang serupa. Ada dua jenis pola yang biasa dipakai yaitu a-a-a-a dan juga a-b-a-b. Jadi, untuk pola yang pertama yaitu semua baris memiliki kalimat yang berakhiran sama. Dengan demikian, nada yang timbul akan memiliki rima yang sama persis.

Sedangkan, untuk pola yang kedua sedikit berbeda. Jadi pada baris pertama memiliki bunyi kalimat akhir yang sama dengan baris ketiga. Sedangkan untuk baris kedua memiliki akhiran rima yang sama dengan kalimat di barisan ke empat.

3. Sampiran Dan Isi

Berikutnya, ciri ciri dari pantun yaitu adanya baris yang berupa sampiran serta bagian baris yang bernama isi. Sampiran ini sebenarnya tidak mempunyai makna tertentu dan dibuat hanya untuk menyamakan rima saja. Diketahui, sampiran berada di bagian baris pertama dan juga di bagian kedua dari suatu pantun.

Sedangkan, untuk isi pantun merupakan hal intinya. Jadi isi pantun ini merupakan tujuan dari pantun tersebut dibentuk. Contohnya pada pantun nasehat, maka pada bagian isi berisi tentang nasehat tertentu. Begitupun pantun jenaka dan teka-teki. Isi ini berada di bagian baris ketiga dan juga keempatnya.

Jadi, sampiran adalah bagian cerminan dari suatu pantun. Sedangkan, isi adalah bagian penting yang ingin disampaikan pembuat pantun kepada pembaca maupun pendengarnya.

4. Jumlah Kata

Lebih lanjut adalah jumlah kata yang ada dalam pantun. Diketahui, dalam setiap pantun biasanya akan berisi empat buah kata hingga enam buah per barisnya. Hal ini dilakukan karena pantun adalah puisi lama yang sederhana namun memiliki makna yang mendalam.

Dengan sedikitnya jumlah kata yang ada maka isi dari pantun pun lebih mudah untuk dipahami pendengarnya. Untuk itu, pesan yang disampaikan pembuat pantun juga lebih melekat dan mudah diingat dalam jangka waktu yang lama.

Demikianlah penjelasan mengenai jawaban dari pertanyaan sebutkan ciri ciri pantun yang bisa dijadikan pelajaran. Dalam setiap pantun tentunya memiliki gaya diksi yang unik sehingga mudah diterima oleh pendengar dan juga pembacanya.