Tarqiq Artinya Apa? Baca Selengkapnya Disini!

Sudah menjadi keharusan bagi seorang muslim membaca Al Quran dengan tajwid yang benar. Terdapat banyak hukum bacaan hingga pengucapan makharijul huruf yang benar dalam ilmu tajwid. Salah satu hukum bacaan dalam tajwid adalah tarqiq. Secara bahasa, tarqiq artinya adalah menguruskan. Adapun contoh soal dan keterangan lebih lengkap tentang tarqiq dapat dibaca pada penjelasan berikut:

Contoh soal: Arti dari tarqiq adalah … biasa disebut dalam istilah ilmu tajwid adalah…

Jawaban dan Penjelasan Arti Tarqiq

Ketika mempelajari Al Quran, khususnya dalam ilmu tajwid, ada istilah tarqiq. Ilmu tajwid sendiri merupakan ilmu yang mempelajari mengenai tata cara pelafalan bacaan Al Quran. Mempelajari ilmu tajwid ini bisa diwakilkan oleh sebagian muslim saja alias fardhu kifayah. Namun setiap muslim tetap berkewajiban membaca Al Quran dengan benar dan sesuai kaidah atau fardhu ain hukumnya.

Ditinjau dari segi bahasa, tarqiq artinya sama dengan “At-tanhif”, yaitu menguruskan. Sedangkan ditinjau dari istilahnya, tarqiq artinya pengucapan huruf hijaiyah dengan tipis sehingga gaungnya tidak memenuhi mulut. Huruf-huruf yang memiliki sifat tarqiq dilafalkan dengan cara menarik bibir hingga sedikit meringis. Bacaan tarqiq ini dapat ditemui pada huruf lam dan ra’ pada beberapa kondisi tertentu.

Hukum Bacaan Tarqiq

Pada ilmu tajwid, terdapat dua macam hukum bacaan tarqiq yaitu lam tarqiq dan ra’ tarqiq. Namun tidak semua lam dan ra’ bisa dibaca tarqiq, melainkan ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Hukum bacaan ini dipengaruhi oleh harakat serta huruf yang mendahuluinya. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya:

1. Lam Tarqiq

Lam tarqiq artinya adalah huruf lam yang dibaca tipis. Hukum bacaan lam tarqiq ini dapat dijumpai pada dua kondisi. Pertama yaitu ketika ada huruf lam dalam lafadz jalalah atau Allah berada setelah suatu huruf berharakat kasrah. Ketika syarat ini terpenuhi, maka huruf lam pada lafadz Allah tersebut dibaca tipis, seperti ketika mengucapkan bismillah.

Selain pada bacaan basmallah, contoh lain pada Surat Al Fatihah ayat pertama yang berbunyi “Alhamdulillah”. Pada penggalan ayat tersebut, huruf lam pada lafadz Allah berada setelah huruf lam yang berharakat kasrah sehingga dibaca tipis. Sedangkan huruf lam di luar lafadz jalalah, baik berharokat fathah, kasrah, dhammah, maupun sukun, cara membacanya adalah tarqiq atau tipis.

2. Ra’ Berharakat Kasrah

Hukum bacaan tarqiq yang kedua adalah ra’ tarqiq. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi huruf ra’ agar dibaca tipis yaitu harakatnya dan huruf-huruf yang mengapitnya. Salah satu huruf ra’ yang dibaca tipis adalah huruf ra’ dengan harakat kasrah.

Semua huruf ra’ dengan harakat kasrah harus dibaca tarqiq. Ketika membacanya, mulut harus sedikit meringis agar tidak ada gaung dalam mulut. Mulut juga tidak boleh dimajukan karena itu akan membuatnya terdengar tebal. Beberapa contoh bacaannya ada pada lafadz “rijsun” dan “ridhwaan”.

3. Ra’ Waqaf yang Diawali Oleh Huruf Lien Atau Ya’ Mati

Ra’ berharakat yang terletak pada akhir ayat maupun wakaf harus dibaca mati. Apabila ra’ tersebut diawali oleh ya’ mati ataupun huruf lien maka cara membacanya adalah tarqiq atau tipis. Huruf lien sendiri merupakan ya’ mati yang didahului huruf dengan harakat fathah.

4. Ra’ Mati Setelah Huruf dengan Harakat Kasrah serta Tak Diikuti Huruf Isti’la

Huruf isti’lah adalah huruf yang pelafalannya pangkal lidah diangkat ke langit-langit mulut. Terdapat tujuh huruf isti’la, yaitu qaf, tha’, dha, kha’, dza’, shad, dan ghain. Jadi, seluruh bacaan ra’ sukun yang didahului oleh huruf dengan harakat kasrah serta tak diikuti satu dari tujuh huruf tersebut dibaca secara tarqiq.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai hukum bacaan tarqiq dalam tajwid. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tarqiq artinya adalah bacaan yang tipis sedangkan lawannya adalah bacaan tafkhim. Sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk mengamalkan ilmu ini ketika membaca Al Quran. Bacaan Al Quran yang sesuai kaidah akan terdengar lebih indah dan mendapat pahala yang agung di sisi Allah.